Monday, March 9, 2015

Ketika Peningmu Datang Lagi Lintang

Kita masih sangat baru menjalin hubungan ini, bahkan lebih baru dari peristiwa kecelakaanmu yang sedang kamu lihat beberapa detik yang lalu, tapi aku sangat mencintaimu. Aku tidak pernah menuntut apapun darimu bahkan meminta hanya untuk sekedar diperhatikan walau sebenarnya aku butuh, sungguh aku tidak ingin mengekangmu saiyang, karena cinta seharusnya membebaskan kita, karena cinta adalah percaya. Dengan cara apa lagi aku harus meyakinkanmu bahwa aku serius mencintaimu.

Tapi Lintang ....
Cinta tidak hanya sekedar berbagi, take and give atau bergombal ria seperti yang biasa kamu lakukan dalam candamu. 

Lintang Ayu....
Ketika emosi mu meledak, suntukmu datang dan pening hinggap kembali dalam kepalamu tolong sisakan sedikit cinta untukku. Jangan tinggalkan aku dalam emosimu, suntukmu dan peningmu. Jangan biarkan emosi menguasaimu, Segera kontak aku jika sudah hilang ngambegmu.

-------
Dan sepertinya tidak akan ada lagi kisah asmaraku dengan Lintang Ayu.


Lintang....
Aku akan tetap mencintaimu












Saturday, March 7, 2015

Lintang Ayu, Hidup Ini Terlalu Manja Untuk Ditangisi

Lintang Ayu menyusulku dan merebahkan badanya diatas busa yang terbungkus kain putih, bersih dan beraroma segar tepat disampingku. Badanya yang hanya terbalut selimut coklat muda tebal berbulu lembut sesekali harus tersingkap karena tangannya harus meraihku untuk menjaganya dari dinginnya ruangan dalam suhu 17 derajad.

wajahnya sangat ceria saat itu, binar matanya terang dan bercahaya bintang biduk yang seolah membisikkan di telingaku bahwa ada  sebuah harapan baru dalam hidupnya. Momen ceria itu berlalu dengan sangat singkat sehingga pudar ketika dia dekap erat tangan kananku sembari  memaksaku untuk menjawab pertanyaan itu yang akhirnya menumpahkan air matanya.
Aku hanya jujur atas keinginanku agar dia kembali pada performanya.

Lintang Ayu...
Apa yang akan tersisa dalam hidup ini ketika sebuah kepercayaan diri hancur karena jutaan hujat dan maki disaat keterpurukan terjadi karena sebuah misi yang terlepas dari garis harapan. Secara bersamaan Hujat menjadi perangkat berat dengan tabung giling yang meratakan seluruh batu kali menjadi pasir dan tertiup angin ditelan badai dan maki menjadi mesin cacah dengan serangkai ribuan pisau ss tajam yang merubah jati menjadi tembakau. lantas garu baja itu mengantar kita kedepan mulut lembu dan dikoyaknya jiwa kita.

Lintang....
Ketika diam tanpa denyut, senyap tanpa suara, gelap tanpa cahaya Tak mampu membawa lari kita dari keterpurukan, disaat itulah kita akan mengundang air mata untuk hadir mencemooh kita dengan cara kejam dan membabi buta. Bahkan tanpa ampun merajam kehidupan ini dan memanipulasi pikiran kita menjadi liliput. 

Lintang...
Hidup ini terlalu manja untuk ditangisi, bahkan hidup ini harus kita papah nenuju peraduannya. 

saat itu tanganmu merengkuhku dengan pelukan erat untuk mengusir air matamu. selalu kuingatkan untuk kau aktifkan budi mu, urai semua masalahmu dan aku akan selalu duduk disampingmu, menyaksikan setiap gerakmu dalam memecah kebuntuanmu. 

Lintang...
hidup ini terlalu manja untuk ditangisi. akal dan budi mu akan membangunkan kepercayaan dirimu, jauh lebih kuat dari sebelunya. Aku percaya padamu, lebih dari dirimu sendiri. Buka matamu Lintang, saksikan indahnya dunia bersamaku, hidup ini begitu terang bahkan transparan.

Lintang Ayu...
Percayalah padaku, kepercayaan dirimu tidak tertinggal dalam bagasi mobilmu yang terjual tempo hari, bahkan tidak dalam kotak karton susumu, atau juga tidak dibawa pergi oleh kakak kelasmu yang malas seperti pengidap obesitas akut, lihat lintang ayu, kepercayaan dirimupun tidak terlindas oleh hujat yang menjelma menjadi tabung giling  atau tercacah oleh maki rajam ribuan pisau ss penyacah batang kayu. Dia masih ada di dalam dirimu, bersemayam diantara paru paru alat nafasmu, didalam lapis terdalam jantung hatimu yang selalu tulus untuk berbagi. Bangkitkan dia dalam budimu wahai perempuan yang membuat jantungku kembali berdebar.

bibir kami saling bertemu dan jiwa kami bersatu dalam persetubuhan, desah nafas kami silih berganti menghangatkan ruangan itu. kamipun lelap dalam percintaan dan hasrat hingga alarm itu berbunyi. 

Tuesday, March 3, 2015

Lintang Ayu, marilah kita lawan sang waktu


Cinta
Yaa...cinta ku bertumbuh
Terjerembab dalam pelukmu
Mengurai dentum gelap dlm hidupku

Sekarang
Aq hanya takut, takut saat bahagia itu cepat berlalu, 
tampak terang kembali sirna,
Berkutat lagi hadap karang dlm rintang
Sendiri..sendiri

Tuhan..
Aku Meminta dia u Ku--selamanya
Akan kah???

Mikuuu...ILU,IMU,INU

Tuhan..
Akupun meminta dia untukku--selamanya 
Amin ..


Lintang..
Malam ini jiwa kita saling bersatu, berpacu dalam hangatnya peluk dan cumbu. Akan aku letakkan momen terindah ini pada lapis terbawah dalam hatiku agar sang waktu yang sombong itu tidak mampu merenggutnya dariku karena sudah terlanjur dalam aku mencintaimu. Dan benar, cinta kita bertumbuh, cinta yang membebaskan dan cinta yang bebas dari permainan sang waktu, belenggu nilai dan stigma apapun. 

Lintang...
Kebahagiaan ini tidak akan pernah mengenal waktu maka Jangan pernah takut kepada waktu, karena sang waktu yang congkak tidak akan pernah lebih besar dari kebahagiaan kita. Tidak akan ada satu satuan waktupun yang akan menghantarmu untuk menghadapi karang dalam rintang, karena lintang tidaklah sendiri. Seperti biasa aku akan selalu duduk disampingmu tanpa berbuat apa apa, kecuali hanya menemanimu menyelesaikan satu demi satu masaahmu dan mengangkat satu per satu bebanmu. Hidup ini terang dan indah saiyang, tidak se seram bayang gelapmu. 

Lintang...
ILU2 IMU2 INU2






Monday, March 2, 2015

Lirik Lintang Ayu

Dulu ...
Aku takut kegelapan, cacian,
himpitan dan ketidak adilian
Terus mengerucut pada sadur gelap
menerawang dalam langkah berderap

Kini...
Sejak ada kamu,
Terangku mulai nampak
Sinarku mulai berurai
Ya, aku mau kamu lengkapiku.

Aku bersedia melengkapimu, tapi Lintang Ayu, hilangnya semua ketakutanmu bukan karena ada aku. Aku banyak paham tentangmu bahkan jauh lebih banyak tau darimu. Potensi besar terkandung dalam jiwamu, lebih dari cukup untuk bisa melarikan diri dari dari semua rasa takutmu itu dan berpindah menuju padang yang luas, terang dan bebas. Sama sekali aku tidak melakukan apapun, aku hanya diam duduk di sampingmu. Dirimu yang menyelesaikan semuanya hingga terang itu nampak di sekelilingmu.

Lin....
aku ga bisa bbk

Sunday, March 1, 2015

Aroma Lavender Lintang Ayu

Wahai perempuan yang bersuara manja...
badan ini serasa tak betenaga, lemas bagaikan sumbu kompor tersiram galonan air tak mampulagi untuk berdiri seakan tulang ini terbuat dari terigu bahan pembuatan berhala bagi kaum jahiliyah. Benar saiyang ... siang tadi aku sangat sudah tidur sampai akhirnya aku bongkar galeri dan lihat fotomu saat tersenyum. Tapi aku kehilangan foto tercantikmu saat persiapan "mentas jam 2", hari itu bbm ku diserang intelijen dan hancur berantakan tak ada ampun.
Lintang...
jika dirimu masih ingat berapa jumlah angka dalam jam dinding rumah mu, disana ada 12 angka yg berbeda untuk tanda perputaran setengah harinya,  dan aku ajak lintang untuk melihat angka 11, jam 11 siang tadi, suara gaduh orang berantem mengusik tidurku. Aku terjaga membawa sebongkah hati yang sangat dongkol
karena aku harus terbangun 6 setengah jam lebih awal dari hitungan 8 jam normalku. Jarum pendek berputar sampai menuju angka 12 yang pertama kalinya nyaris aku tidak memejamkan mata, sampai jarum pendek di angka 12 yg kedua kalinya. 24 jam lintang, aku mengidap penyakit susah tidur hari ini. hingga saat ini leleh dan kantuk menyerangku.

Lintang Ayu
saat ini aku di atas pembaringan malam dengan beban kepala yg begitu berat rasa aneh yang luar biasa menyerangku dengan hujaman bau bantal bertubi tubi sehingga ku tak yakin bisa bertahan untuk menanti kalimat terahirmu yang tak kunjung datang hari ini. Entah dimana dirimu bersama sahabat ambon dan ternatemu. Aku masih memanjakan rasa rindu ini dalam sebuah  aroma teraphy lavender oleh oleh dari sahabat karibku, semakin ku hirup aroma itu semakin dalam aku merasakan rindu akan hadirnya dirimu
kurasa dirimu benar benar telah menghabiskan seluruh perhatianku.

Ku palingkan muka kekiri, kulihat ada sebuah benda kotak kecil berwarna putih dengan belasan tombol kuraih dan kunaikkan angkanya menjadi 20 agar hangat ruangan ini sehangat sapaan manismu dalam pesan singkat itu. Jempolku masih menari diatas layar ketik untuk melanjudkan surat ini.

Lin...
parafin dalam tungku aroma teraphy itu tak mampu membuat kamarku menjadi jauh lebih romantis tanpa adanya dirimu disini, bentuknya yang hanya seperti es lilin dengan sumbunya yang pendek hanya mampu menyuguhkan aroma dan bayang tanpa menghadirkan tubuhmu, remang remang cenderung gelap hingga semakin mudah aku membayangkan wajahmu. Semakin menusuk aroma lavender ini, semakin membuatku lebih melayang dalam bayang wajah mu yang sore tadi ku gores dengan pensil virtual 2b ku.

Hi Lintang Ayu yang sangat segan mengucap "i love you" untuk ku ...
mungkin dirimu tak akan pernah percaya jika aku menggoreskan namamu di beberapa tempat di kamarku di depan ku ini arah jam 12 jadi persis di depanku, ada secarik kertas di atas furnis persis di bawah lepie Assus putihku. Disitu bebebrapa jam lalu sambil tersenyum aku goreskan namamu. "Lintang Ayu"
Lintang saiyang ...
aku sedang berusaha tidur cepat malam ini ...
aroma lavender ini semakin mendorongku dalam rindu, bayang wajahmu dalam kerudung basah handuk putihmu itu semakin membuatku tak menentu. Tak mampu lagi aku menahan rasa kantuk ini ...
aku ingin cepat cepat bermimpi memeluk dan menciummu bertubi tubi diatas padang lavender yang lebat dan wangi.

wahai perempuan yang membuatku tergila gila ...
terimalah hantaran jutaan cintaku dalam nampan rinduku.


dalam aroma lavender dan pekatnya rindu

Monday, February 23, 2015

Temukan Aku dalam Tidurmu


Kelopak mata ini serasa memikul beban setengah dari satuan ton batu dan sudah tak kuat lagi aku menahannya. Kucoba membasuhnya dengan dengan literan air yang sempat membekukan kulit wajahku untuk seper sekian detik dan membuatku terjaga kembali dengan mata yang tidak lagi merah dan sayu.

Saat itu setelah malam melewati lebih dari paruh waktunya, kulihat jarum pendek sedang berupaya menjauhi angka dua , dan kawan lamanya sudah mendekati angka tujuh. Aku termangu di depan sebuah benda berwarna coklat muda berbentuk kotak dan memilik empat kaki yang kokoh diiringi oleh kabut putih bercampur cokelat yang sedang mencari celah untuk beranjak dari sisi atas benda itu. 

Dari situlah aku mencoba meraihmu seraya kugerakkan jiwa ini menuju ruang di mana kau rebahkan seluruh badan dan setengah sukmamu. Itulah kamu yang mungkin sedang berbaring dengan gerakan dada berirama naik turun seperti balon yang sedang di pompa dengan angin yang tidak merata. Kau menyambutku dengan suara desah nafas yang khas dan masih dengan mata terpejam tanpa sedikitpun memperhatikan senyum dan sapaan manisku. Aku ingin mencium bibirmu saat itu. Sekalai lagi aku hanya bisa memandangmu dengan detak jantung yang tak beraturan serasa penuh sesak dengan dorongan rasa rindu yang mendalam meskipun aku selalu memperhatikan gerak dan langkahmu hampir setiap waktu.

I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you're far away and dreaming

Jari ini menari untuk menyadarkan dari tidur lelapmu, sorry .. kali ini aku mengganggu mu kembali. Karena 7 hari sudah aku tidak menemani tidurmu. Saiyaaaang ... seharusnya kamu tahu , malam ini aku membawa ribuan rindu yang tertahan dan siap ku tumpahkan dengan segenap rasa dan cinta. Tapi seperti biasa , kau hanya memberikanku seper empat ruang dari ranjangmu. Bahkan kau menutupi semua badanmu dengan kain tebal itu sampai akupun tak dapat memandang wajah cantikmu. Kamu pun kembali tertidur dan bermimpi saat aku benar benar ingin menumpahkan seluruh rasa rinduku. Kembali rasa kantuk mengganggku dengan serangan yang bertubi tubi seakan tidak senang jika aku terus terjaga dan terbangun untuk keinginanku. 

Don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep
Cause I'd miss you babe
And I don't want to miss a thing

Gelap sudah pandangan ini, semua serasa hitam seperti malam yang tertawa sambil melecehkan aku saat kau sepak aku dari seperempat ranjangmu. Kelambu itu kau turunkan dan tak mampu lagi aku meraihmu. Sama sekali aku tak pernah tahu mimpi yang sedang hinggap di benakmu, semua teretutup oleh kelambu putih yang merengkuh seluruh sisi dari ranjang itu,  aku harus berusaha kembali untuk meraihmu. Ingin aku membuka paksa kelambu putih itu untuk segera berbaring kembali di sampingmu walau hanya seperempat dari ranjangmu. Saat itu kamu masih menggunakan seluruh pakaian tidurmu. 

Ku urungkan niatku dan tetap memperhatikanmu sambil berpikir sedang apa kamu di balik kelambu itu. Sama sekali aku tak pernah tahu apa yang sedang terjadi dengan tidur mu, mimpi itu telah membuatmu sama sekali lupa bahwa aku ada di dekatmu malam itu. Saiyaaangg.. kau tak pernah mau tahu seberapa besar aku merindukanmu.  

Lying close to you feeling your heart beating
And I'm wondering what you're dreaming
Wondering if it's me you're seeing
Then I kiss your eyes
And thank God we're together
I just want to stay with you in this moment forever
Forever and ever

Terperanjat aku ketika melihat kain putih yang menjadi kelambu ranjangmu bergerak tanpa memberitahuku. Kain putih itu seperti sedang kau tendang dengan kaki kirimu, akupun bergeser sedikit untuk menghindarinya karena tepat di depan mukaku. Oh My God !!!, ternyata kau terbangun dan kemudian beranjak menuju ruangan yang juga menjadi bagian dari kamar tidurmu itu. Suara gemercik air kudengar dari arah ruangngan kecil itu, dan muncullah sosok bidadari cantik yang menghampiriku dengan senyum manis nan menggoda. Jantung ini berdetak kencang seirama dengan langkahmu yang semakin capat menghampiriku. Akhirnya kau peluk aku seraya berbisik, say.. aku merindukanmu. Nafasku terasa terhenti saat kau berbisik dan seluruh tanganku merinding, entah apa yang sedang terjadi.
   
Sudah tak bisa lagi terhitung seberapa banyak kata yang kemudian saling terlontar sebelum akhirnya kita bercumbu dan melepas semua rindu dan hasrat yang tiba tiba muncul bersamaan dengan kau berbisik di telingaku. Ritual suci penuh rasa itupun berjalan dengan insting kita yang masig masing tanpa ada perkataan selain desahan dan detak jantung yang saling berburu. kitapun menyudahinya dan kemudian tidur lelap dalam pelukan. 

I don't want to miss one smile
I don't want to miss one kiss
I just want to be with you
Right here with you, just like this
I just want to hold you close
Feel your heart so close to mine
And just stay here in this moment
For all the rest of time 

Sunday, February 22, 2015

Siang Syahdu Bermalam Di Sebuah Pom Bensin

Selamat Pagiii.....
Greeting yang luar biasa itu mengejutkaku, aku lirik ke kiri ternyata ada sosok perempuan kasual di depan pintu dan masuk melalui pagar besi yang tidak pernah terkunci. Dengan terjepit xenia hitam penghuni lahan, akirnya perempuan itu berhasil melintas melalui celah diantaranya. Secara cekatan dia meraih tangan kananku dan menciumnya, rupanya ini sebuah kejutan yang dia bicarakan tadi malam dan benar jantung ini berdebar kencang seperti yang dia janjikan.
Pagi ini Lintang Ayu hendak menjemputku entah kemana, pagi buta bahkan mungkin diapun belum sempat mandi. Dihampirinya sebuh benda kotak berkaki empat dengan warna coklat muda yang cantik, dan dia duduk di kursi hitam yang biasa aku pergunakan untuk meletakkan HP yang sudah harus di isi ulang baterainya. Duduklah sosok perempuan kasual itu dengan pososi jauh dari kesan anggun. Obrolan ringan kami mulai, sepertia biasa dia selalu ingin membagikan beberapa potensi bisnis terbaru dengan penuh semangat dan ketulusan, minimal seperti itu yang aku tangkap dari setiap perbincangan. Sepertinya semua bisa menjadi komoditas dan menghasilkan sesuatu yang lebih dari biasa. 

Segera setelah selesai pembicaraan itu, kuraih dompet kulit tebal, pun berwarna cokalt muda lengkap dengan kunci dan tombol alarm berwarna hitam. Kami beranjak menuju warung makan dan melanjudkan perjalanan, Lintang Ayu mengajakku kerumah seorang kawan. Suara Radio menemani kami. Seperti layakna pasangan baru, tidak jarang kami berciuman sepanjang jalan dan dia selalu mendekapku. Benar benar lebih dari sekedar kejutan, kubisikkan di telinga kanannya, "Lintang Ayu I love You So Much..."

Selebihnya pembaca dapat memprediksi apa yang terjadi pada hari ini,  Minimal kami melalui waktu penuh dengan keceriaan, kehangatan dan kasih sayang. Tak lama keadaan iitu berubah setelah malam hari kami memutuskan untuk pulang, aku mendapatkannya tidur di dalam kotak sabun di tengah pom bensin. Sebuah masalah telah terjadi membuyarkan keceriaannya malam ini. Take Care Honey, aku berjaga untukmu malam ini hingga pagi.



 

Tuesday, February 17, 2015

Lintang Ayu, Kesibukanmu Acuhkan Diriku

Pasca pertemuan itu, kami selalu intens dalam komunikasi melalui Telepun dan Whatsapp, ternyata Lintang Ayu raja gombal. Beberapa kali aku terjebak dalam gula gula gombalnya, manis terasa walau aku sering menangkap bahwa diantara serangan gombalnya masih ada kebenaran yang membenarkan seluruh  gombalnya.

Kami berkencan untuk jalan dan berbagi cerita, mulai dari pekerjaannya dan beberapa beban yang aku tangkap menjadi salah satu penyebab aura abu abu ruam itu. Matanya selalu aku pandang dan aku berhasil membuat dia salah tingkah. Wajahnya Manis seperti manisnya gomballannya itu. Kurasa aku telah jatuh cinta, jatuh cinta pada perempuan cantik, manis, lincah dan militan. OMG dia berhasil membuat dada ini kembali berdetak setelah bertahun tahun beku tanpa pergerakan. 

Pada waktunya tiba, kami pasrah kepada kotak sabun beroda itu dan kemana arah kami dibawanya. Dia mulai memembimbingku untuk memegang tangannya, kuberanikan diri untuk mulai kecup jemarinya. Kami sedang dimabuk cinta. Aku mikmarti malam ini, karena esok hari aku pasti harus berhadapan dengan kesibukannya yang seolah mengacuhkanku. 

Wednesday, February 11, 2015

Lintang Ayu | Lintang Ayu Aku Memanggilmu.

Lintang Ayu, Nama yang tepat untukmu. Lintang Ayu


Kami bertemu dalam sebuah kegiatan diskusi, ketika itu dia hadir membawa warna senyum yang berbeda. Kemeja Panel kotak kotak yang dilapisi furing tengtop coklat dengan dua kancing terbuka, sama sekali jauh dari kesan sexy. Penampilan sederhana seperti kebanyakan orang, tapi aku dapat menangkap kesan yang sangat luar biasa. Gaya bahasa polos penuh keikhlasan dalam membagi apa yang dia punya. Nyaris dia membunuhku saat itu juga.

Kawan Kawan ....
Ini bukan soal cinta, tapi selera yang kemudian membawa cinta, jangan sampai ada gesekan diantara kita, biarkan aku mengambil posisi ini. ( semoga tanpa sengaja kalian menemukan tulisan ini dengan bantuan Google )
Kalian dapat membayangkan ketika dihadapkan dengan sosok perempuan cerdas, lincah dan militan dalam bidang pengabdiannya. Batapa aku terpesonanya.

Aku mulai meliriknya, walau ada sekat manusia diantara kami, sosok besar brewokan dan banyak bicara hahahaha tapi kemudian aku semakin bebas meliriknya. Aku berhasil membuatnya salah tingkah, walau aku tetap dengan gaya cuek dan pura pura tidak memperhatikan sambil sesekali memetikkan senar gitar akustik klasik cokelat muda. 

Saat itupun dia merasa grogi bahkan sering Salah dalam menuliskan materi pada papan putih ukuran 60 x 120 yang terikat ditembok dengan dua paku dan tali rafia. Kembali dia duduk dan diantara kami masih ada sekat manusia itu. Suasana menjadi cair kembali dan itulah momentum untuk mendapatkan no HP nya dalam aplikasi whatsapp. Suatu saat nanti Aku ingin memanggilmu dengan nama Lintang Ayu, dengan cara apapun aku ingin. 

Senyuman, semangat dan keceriaannya menutupi semua yg sedang berlaku dalam dirimya, tapi aku dapat merasakan ada hal aneh yang sering tersirat diantara keceriaannya itu. 

Lintang Ayu....
Pejamkanlah kedua bola matamu  perlahan dan hati hati.
aku ingin Dirimu singkapkan jendela hatimu, segera raih tanganku usaplah air matamu jika itu mampu melepaskan kepedihan hatimu. Aku ingin merasakan hangatnya jemari tanganmu.

Hasrat ini mendorong untuk mengenalnya lebih dekat, ketertarikanku semakin dalam dan terus menghantuiku untuk lebih mendekat dengan sosok perempuan yang penuh dengan aura ruam abu abu itu. Aku dapat merasakan beban yang sekarang ini sedang menekan kebebasannya, andai saja aku dapat membantumu wahai perempuan yang sedang mempesonaku. Ketika suatu saat nanti ketika aku utarakan hal ini dirimu pasti akan menjawab "aku hanya ingin berbagi, karena masalah ini hanya aku saja yang bisa mengurainya" ya, aku mengetahui pasti itu jawabnmu. 

Lintang Ayu...
jangan lagi kau sebut namaku jika aku tidak bisa membawamu dalam suasana hati yang jauh lebih nyaman dari sebelumnya. Aku ingin kamu. 




















Monday, October 24, 2011

Motivation - Motivate Yourself

Motivation - Motode for Motivate


One of the best ways to achieve your goal in life is to motivate you to action. Trigger action described in this article can help you to do about the need to go. When you apply these methods often allow you to develop habits that can help you throughout life.



Motivate Yourself - Develop a habit Do It Now

Useful habits you can improve your efficiency greatly. To develop one of the best properties make it a habit to do it now. This can help you get started on the task, even if you do not want to work.

Here is how you develop the habit. Suppose you have a job, but you do not want to leave. Say the command to do it now! Then you can immediately start working on the task.

You may have to start with small daily tasks. With this growth habit with a simple task, you can gradually increase the difficulty of this task. But remember, after the command to do it now, you should always carry with immediately.

As an immediate action to develop a habit, you will probably find that most tasks are not so difficult or unpleasant, as you had anticipated. And you'll have a sense of power grew.

(Note: W. Clement Stone, who started from scratch and build an insurance empire worth hundreds of millions of dollars, all employees will read the phrase several times a day every morning "! Do it now").

Motivate Yourself -The need to develop performance

Many successful people have a psychological need for power. Self-image and self-awareness requires you to continue to exceed them in their lives. You must confirm a number of benefits for their existence. They see themselves as special people who always produces results. These are the questions to reach the extreme to their pride and higher performance.

Power requirements can take over a strong incentive to act on tasks that are useful. This method works best for people who are very proud of certain aspects of their lives.

Here is how you develop that need. At the end of each day by all when you start or return to work on the task. Get a sense of pride and satisfaction to feel this victory. Think about how much more you can accomplish if you continue to take action on tasks that are useful. You begin to think as a director.

How to take action on tasks difficult or not fun anymore, began to build confidence and develop a 'can do' self-image.

Motivate Yourself - Reward yourself for action

Another good way to motivate yourself is to give a gift for action on the task. The size of the reward should be, how difficult or unpleasant task at hand appears.

Here's how it works. If you are struggling to start or continue to have a specific task to pause. Determine the types of gifts, in order to do something. Then you can immediately start working on the task.

At the end of the day, enjoy the rewards you deserve. You need to make this award very special. You should enjoy that one can not get elsewhere. You end up a symbol of your ability to control your own destiny.

Final Thoughts

You can accomplish this task is interesting to learn to motivate themselves. It gives you control over your life and you can draw your own destiny. Do you know what you want from life? Well - start acting to get it today!

Charles Moorehead (CPA retired) received revelation, and has developed a breakthrough method to help people to overcome barriers to a better LIF